Resensi Buku “The Magic of Dream Book”
Penulis : Rangga Umara
“Tidak pernah ada cita-cita yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah upaya yang tak setinggi cita-cita”
Berawal dari kicauan-kicauan @RanggaUmara di twitter yang berisi tentang perjalannya membangun usaha, motivasi dan bagaimana caranya memaknai arti sebuah kehidupan, akhirnya buku The Magic of Dream Book ini pun lahir.
Berawal dari kicauan-kicauan @RanggaUmara di twitter yang berisi tentang perjalannya membangun usaha, motivasi dan bagaimana caranya memaknai arti sebuah kehidupan, akhirnya buku The Magic of Dream Book ini pun lahir.
Dengan gaya bahasa yang ringan dan sederhana, Rangga mampu menyederhanakan berbagai teori yang tadinya dianggap rumit, menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami. Buku ini sendiri terdiri dari delapan chapter. Mulai dari perjalanannya membangun usaha dari nol, hingga berhasil mengembangkan usaha pecel lelenya menjadi berskala nasional lebih dari 60 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Di segmen ini, ada hal unik yang sangat jarang pembaca temukan di beberapa buku motivasi lainnya. Kedelapan chapter ini, Rangga menceritakan kisah hidupnya dengan mengambil sudut pandang ketiga, yaitu Dia. Alasannya cukup simpel, dirinya hanya ingin berbagi tanpa bermaksud menggurui. Serta sekedar mengingatkan dirinya untuk senantiasa tidak melupakan mimpi-mimpinya.
Selain itu, di buku ini founder dan brand owner dari Pecel Lele Lela ini juga menyisipkan materi tulisan seputar rahasianya mewujudkan impian, hal-hal yang menjadi penyebab sebuah impian menjadi mandul, membangun bengkel impian hingga menyelaraskan mimpi.
Menurutnya rahasia mewujudkan impian adalah tidak ada rahasia-rahasiaannya. Mengapa? Sebab semua orang memiliki kemungkinan yang tak terbatas untuk mewujudkan setiap impiannya. Akan tetapi impian tersebut tak akan pernah terwujud karena dibatasi oleh keraguan serta batasan pemikiran dari orang itu sendiri.
Lantas, mengapa setiap orang harus memiliki impian? Karena tanpa tujuan yang jelas, kita hanya akan terombang-ambing dalam samudra masalah demi masalah. Sebuah impian tentu akan lebih terasa saat kita mencapai hasil akhir dari tujuan yang telah kita cita-citakan. Meski begitu, menurut Rangga, hidup punya tujuan saja tidaklah cukup. Perlu dibarengi dengan doa-doa yang spesifik. Seperti apa itu? Semua telah tersaji secara gamblang di buku super keren ini.
Rangga menuturkan jika impian yang ditulis dan kemudian dibaca dan diresapi secara berulang akan membuat kita akan selalu ingat dengan impian-impian kita. Hal ini akan membuat perilaku sehari-hari kita semakin dekat dengan pencapaian impian-impian tersebut. Untuk itu, buku ini akan membantu kita me-list semua impian-impian itu.
Penulis pun sepertinya paham apa yang diinginkan para pembacanya. Hal-hal sepele kadang membuat kita sulit mencapai impian kita. Salah satunya adalah karena kita lupa akan impian yang sudah kita rencanakan tersebut. Seringkali kita mengingat-ingat sebuah keinginan, ide, atau inspirasi di kepala.
Tapi ternyata hal itu kurang efektif, karena fungsi otak bukanlah untuk mengingat melainkan untuk berfikir. Untuk itu, di dalam buku ini diselipkan buku kecil yang berisi lembaran polos untuk para pembaca agar segera menulis apa-apa saja impian-impian yang nantinya ingin digapai. Tentu saja lengkap dengan penanya.
Yakinlah jika semua orang sukses tahu persis apa yang mereka inginkan. So, rencanakanlah hidupmu sendiri atau selamanya kamu menjadi bagian dari rencana hidup orang lain. Selamat meraih mimpi.
Saya jack..mengki copy paste tujuanku untuk menyebar luaskan ...

No comments:
Post a Comment